profile



Potensi dan Daya Tarik Wisata Alam
di Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat adalah aset nasional dan bahkan internasional yang memiliki nilai sangat strategis untuk kelangsungan pelestarian keanekaragaman hayati serta dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Di dalam kawasan ini hidup tidak kurang dari 370 jenis burung, 90 jenis mamalia termasuk diantaranya 8 jenis primata dan berbagai jenis repyil, amfibia, ikan maupun serangga. Disamping itu terdapat ±4000 jenis tumbuhan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae.
Beberapa jenis tumbuhan dan satwa adalah jenis langka dan dilindungi, misalnya Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis), Kambing Hutan (Capricornis sumatrensis), Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum), dan Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldi).
Secara ekologis Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) merupakan kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli cukup lengkap.
Benteng alam yang bergunung-gunung dengan curah hujan yang tinggi, menjadi kawasan ini sebagai daerah tangkapan air yang sangat penting bagi dataran rendah di 4 (empat) wilayah propinsi, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Diperkirakan lebih dari 5 juta jiwa dan 10 juta hektar lahan pertanian produktif sumber airnya tergantung dari kelestarian kawasan ini.
Daerah Aliran Singai (DAS) yang berhulu di dalam kawasan TNKS tersebut di antaranya adalah;
DAS Batanghari, Merangin, Tebo dan Tabir di propinsi Jambi
DAS Musi, Rawas, Rupit dan Lakitan di Pripinsi Sumatera Selatan.
DAS Manjutnto, Katahun, Ipuh, Seblat dan Dikit di propinsi Bengkulu.
DAS Sangir dan Indrapura di Propinsi Sumatera Barat.

Sebelum diresmikan menjadi taman nasional, kawasan hutan Kerinci Seblat terdiri dari berbagai status perlindungan dan fungsi hutan, antara lain hutan lindung, cagar alam, suaka margasatwa dan hutan negara.
Menurut catatan yang ada, sampai dengan hutan 1926 sebagian besar kawasan hutan ini telah didaftar sebagai hutan lindung. Pada tanggal 14 Oktober 1982, bertepatan dengan kongres Taman Nasional Sedunia lll di Bali, Meteri Pertanian melalui Surat Pernyataan Nomor 736/Mentan/x/1982 menetapkan kawasan ini dengan luas sekitar 1.484.650 ha sebagai salah satu calon kawasan taman nasional.
Setelah dikelola secara lebih insentif dengan sistem pengelolaan taman nasional sejak tahun 1984, baru pada tahun 1996 Menteri Kehutanan melalui Surat Keputusan No.192/Kpts-ll/1996 menetapkan kawasan ini sebagai taman nasional dengan luas sekitar 1.386.000 ha.
Pada taqnggal 19 Oktober 1999 status TNKS dikukuhkan kembali melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 901/Kpts-ll/1999 dengan luas areal kawasan Taman Nasional menjadi 1.375.349.867 Ha.

Potensi Wisata Alam
Di daerah ini terdapat beberapa obyek wisata alam, seperti Puncak Gunung Kerinci, Danau dan Air Terjun Gunung Tujuh, Gunung Lumut, Air Terjun Telun Berasap, Goa Kasah, Danau Belibis, Rawa Ladeh Panjang, Rawa Bento dan beberapa obyek lainnya yang mungkin belum teridentifikasi.
Untuk sekedar kunjungan singkat Ke Air Terjun Telun Berasap, Danau Belibis ataupun sekedar berkemah di Bumi Perkemahan Pasisir Bukit mungkin sudah cukup. Objek wista di Taman Nasional kerinci seblat di bagi menjadi beberapa kelompok diantaranya:

  1. Objek Wisata Gunung
  2. Objek Wisata Danau
  3. Objek Wista Air Terjun
  4. Objek Wisata Goa
  5. Objek Wisata Rawa

Terdapat 12 objek wisata gunung di Taman Nasional Kerinci Seblat, beberapa objek wisata gunung yang ada di Taman Nasional Kerinci Seblat antara lain:
Gunung Kerinci
Gunung tertinggi di Pulau Sumatera ini merupakan gunung berapi yang masih aktif dengan ketinggian 3.805 m dpl.  Kawah berukuran 120 m x 100 m pada bagian dasar dan 600 m x 580 m pada dindingnya merupakan fenomena alam yang cukup menakjubkan. Karena tingginya, puncak Gunung Kerinci sangat sering diselimuti kabut dan membuat banyak orang merasa ingin berada di puncaknya.
Ekosistem yang berada pada daerah sekitarnya sangat bervariasi, mulai dari Ekosistem Hutan Hujan Tropika Pegunungan dengan vegetasi didominasi oleh Famili Deterocarpaceae berupa pohon-pohon besar, sampai Ekosistem Sub-Alpin pada puncaknya yang berbentuk hamparan pasir dan bebatuan. Selain itu juga terdapat ekosistem rawa di yang dinamakan Rawa Ladeh Panjang, terletak pada sisi bagian Barat daya dan Ekosistem Danau Air Tawar pada Danau Belibis.
Daerah ini juga sangat dikenal di kalangan pengamat burung dunia karena banyaknya jenis yang dapat dijumpai disamping adanya beberapa jenis satwa endemik yang sebelumnya diyakini sudah punah yakni salah satunya adalah Burung Abang Pipi (Lophura inornata) dan Paok Sneider (Scneider’s pitta).
Perjalanan menuju Puncak Gunung Kerinci dapat ditempuh dari R 10, Kersik Tuo.  Dari Sungai Penuh tempat ini berjarak lebih kurang 40 km, dapat dicapai dalam waktu sekitar satu setengah jam dengan kendaraan umum. Di sana terdapat beberapa home stay, pasar dan rumah makan  yang dimanfaatkan para pendaki sebelum mulai perjalanannya. Pintu masuk kawasan, yang dikenal dengan Pintu Rimba, dapat ditemui setelah melewati Pos Resort TNKS R 10. Pada pos ini pengunjung dapat melihat beberapa informasi pendakian dan juga pemandu yang akan menemani selama perjalanan.
Pendakian biasanya ditempuh sekitar 10 jam melalui jalan setapak yang sudah disediakan, dengan jarak tempuh sekitar 10 km. Di sepanjang jalan dapat dijumpai 2 buah shelter untuk peristirahatan dengan kondisi yang cukup memadai. Perjalanan biasanya dimulai pada malam hari sampai ke Shelter II, dan menuju puncak saat menjelang fajar. Melewati jalur ini pendaki dituntut untuk lebih waspada karena banyak  terdapat jurang di sebelah kiri dan kanan jalan setapak.
Gunung raya
Gunung raya merupakan gunung kedua tertinggi di Kabupaten Kerinci setelah Gunung Kerinci. Gunung ini sudah tdak ada aktivitas vulkanologinya. Gunung Raya terletak antara Kecamatan Sungai Penuh ( Desa Renah Kayu Embun ) – Kecamatan Gunung raya ( Lempur ).Tinggi lebih kurang  2500 M dpl.
untuk menuju lokasi ada 2 jalur :
Jalur Sungai penuh – Renah kayu Embun  ( 2 Jam perjalanan mobil ) – puncak
Jalur Sungai penuh – Lempur - puncak
Gunung masurai
Gunung masurai berada di  Dusun Sungai Lalang, Desa Nilo Dingin, jalan lintas ke Jangkat (jalan kaki 6 jam mencapai puncak atau berkisar 10 km..Terdapat dua danau yaitu Danau Kumbang dan Danau Mabuk yang akan dilewati jalannya sebelum mencapai puncak, panorama alamnya sangat menarik.Hutannya relatif masih baik kondisinya.
untuk menuju lokasi ada 2 jalur;
Bangko – Jangkat – Nilo dingin ( 6 Jam perjalanan mobil)
Nilo dingin – Sungai lalang – puncak ( 6 Jam berjalan kaki )
Gunung Belerang
Gunung Belerang adalah gunung aktif lain yang sering dikunjungi. Di lokasi menjelang puncaknya terdapat hamparan Taman Rayo/Taman Gedang serta sumber air panas (Grao) Sikau. Berbagai jenis anggrek dan Nephentes turut menghiasi panorama daerah ini. Genangan air membentuk telaga-telaga yang elok dengan tebingnya yang curam. Salah satunya adalah Telaga Dewa.
Aksesibilitas:
Sungai penuh – Talang kemuning
( 1  Jam Talang Kemuning – Puncak ( 6 – 7 Jam perjalanan)
Gunung Seblat
Gunung Seblat secara administrasi terletak di Kabupaten Lebong kecamatan Lebong Utara.Desa sekitar gunung Seblat antara lain Air Lisai,  Seblat Ulu, Katenong .
Untuk menuju puncak seblat dapat dilakukan dari Desa Air Lisai,  Desa Seblat Ulu, Desa  Katenong atau Dapat dilakukan trekking dari Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Provinsi Jambi.Hutannya masih lebat, terdapat padang satwa dan sumber air panas

Terdapat 14 Objek wisata alam danau yang ada di Taman Nasional Kerinci Seblat, beberapa jenis objek wisata alam danau antara lain:
Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh adalah danau vulkanik yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi di masa lampau. Danau ini berada pada ketinggian 1.960 m dpl, berukuran panjang ± 4,5 km dan lebar ± 3 km yang dikelilingi oleh 7 buah gunung dengan puncak tertinggi 2.732 m dpl. Keadaan alam yang unik dan indah ini kemudian digunakan sebagai nama dari danau dan kelompok hutan ini.
Gunung Tujuh merupakan salah satu sentra keanekaragaman hayati TNKS yang mengandung berbagai jenis tumbuhan dan satwa serta fenomena alam yang indah. Oleh karena itu, selain dimanfaatkan untuk tempat penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan, kawasan ini juga merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi.
Beberapa lokasi, termasuk danau dan air terjun yang terdapat di dalamnya, dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai obyek wisata untuk berbagai minat.
Danau Gunung Tujuh dapat dicapai dari desa terdekat yaitu Desa Ulu Jernih - Pelompek yang berjarak ± 60 km dari Sungai Penuh. Di desa ini terdapat pos jaga TNKS yang dapat melayani kegiatan pengunjung. Danau Gunung Tujuh berjarak ± 7 km dari pos jaga dan dapat dicapai dengan berjalan khaki menyusuri jalan setapak yang tersedia, selama ± 3 jam. Di sekitar pos jaga TNKS Ulu Jernih, terdapat beberapa home stay. Selain itu, juga tersedia menara pengintai, bumi perkemahan, jalan setapak dan MCK. Serta gajah latih yang menambah atraksi wisata menjadi lebih menarik.
Danau Blibis
Danau Blibis merupakan danau kaldera dengan luas sekitar 3 ha, terletak pada ketinggian 1.800 mdpl di lereng Gunung Kerinci. Danau Blibis ini dikelilingi oleh tebing-tebing yang curam sekitar 50 mdpl dan berhutan lebat. Danau ini mempunyai peranan yang sangat penting  bagi sumber kehidupan satwa yang ada di sekitaran lereng Timur Gunung kerinci yang relatif sangat kering. Danau yang idah dan menawan ini juga merupakan tempat minum berbagai jenis satwa, dan disekitar danau ini pada musim-musim tertentu banyak tedapat pacet terutama pada musim hujan.
Danau Blibis ini terletak dikaki Gunung Kerinci di dataran Kayu Aro yang berjarak + 51 km dari Sungai Penuh dan dapat dicapai dengan kendaraan umum sampai ke dea Kersik Tuo. Dan dengan berjalan kaki selama 3 – 4 jam kita sudah bisa menikmati kenindahan Danau ini
Danau Mabuk
Danau ini juga merupakan sumber air yang penting bagi satwa liar yang hidup di sekitarnya. Berbagai jenis satwa seringkali mengunjungi danau untuk minum. Danau seluas ± 271 Ha ini terletak di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin yang dapat dicapai dengan kendaraan darat dari Bangko ke arah Desa Rantau Kermas selama ± 8 jam, dilanjutkan dengan berjalan kaki selama ± 2,5 jam (7 km). Danau Depati Empat ini merupakan danau yang unik karena dikelilingi oleh hutan primer. Keadaan ini seolah- olah menggambarkan ketenangan alam yang indah
Danau depati empat
Danau depati empat dengan luas  271 ha, pada ketinggian 1175 m dpl. dikelilingi bukit,pandan tua dan pandan bungsu.hutannya masih sangat asli .dan relatif belum diganggu. Dari Rantau kermas – Danau ,30 menit perjalan akan ditemui ladang masyarakat dengan tanaman tua seperti Kulit manis ( Cassiavera/Cinnamomum )disekitar danau dapat ditemukan jejak – jejak satwa .ada beberapa masyarakat yang mengambil ikan dari Danau ini. Terdapat dua jalur, melalui Desa Rantau Kermas sejauh 7 km atau berkisar 2 jam atau melalui Desa Pulau Tengah.

Terdapat 2 Objek wisata alam rawa di Taman Nasional Kerinci Seblat, objek wisata tersebut antara lain:
Rawa Ladeh Panjang
Rawa Ladeh Panjang seluas ± 150 Ha merupakan lahan basah yang unik dan menarik karena merupakan rawa gambut tertinggi di Sumatera. Rawa gambut yang terletak di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.950 m dpl. Ini juga merupakan habitat berbagai jenis satwa liar. Sebelum mencapai Rawa Ladeh Panjang terdapat Belerang Mati (tidak aktif). Selain itu di sekitar rawa, juga terdapat danau-danau lainnya seperti Danau Singkarak dan Danau Sakti. Oleh karena itu, kegiatan pengamatan satwa merupakan kegiatan utama yang dapat dikembangkan untuk kepentingan wisata alam di lokasi ini. 
Obyek wisata alam Rawa Ladeh Panjang dapat di capai dari Desa Kebun Baru dengan berjalan khaki selama ± 7 jam. Jarak Desa Kebun Baru dari Sungai Penuh ± 1 jam. Sarana dan prasarana penunjang yang telah tersedia masih sangat terbatas, baru untuk kepentingan pengaman seperti pos jaga di Kebun Baru dan jalan patroli.
Rawa Bento
Rawa Bento adalah hutan rawa air tawar yang sebagian besar permukaannya ditumbuhi oleh rumput Bento (Leesia hexandra). Terdapat sungai yang mengalir di bawah rawa ini, yaitu sungai Rumpun dan Sungai Sangir. Merupakan habitat burung-burung migran dan burung rawa  serta kerbau liar milik penduduk yang terlepas selama bertahun tahun.
 “ Rawa Bento “ begitulah sebutan masyarakat yang ada di Kabupaten Kerincisekitaran tempat ini. Nama Bento diambil dari nama lokal dari jenis Leersia hexandra dan Eugenia spicata yang merupakan jenis padi liar yang mendominasi rawa tersebut. Rawa Bento merupakan hutan rawa air tawar yang memiliki karakteristik yang sangat berbeda, merupakan tangkapan air resevoir dan berada pada ketinggian 1.375 m dpl dengan luas + 1.000 ha terdiri dari sebaran gambut berkayu.
Dengan kondisi alam yang relatif cukup dekat dengan aktivitas masyarakat rawa bento merupakan objek yang belum dirusak sehingga ditempat ini kita masih bisa menjumpai beberapa jenis satwa diantaranya burung Gallinago gallinago, Gallinula chloropus dan Egetta intermadia.
Dengan menempuh perjalanan selama 3 jam dari desa Kersik Tuo kita sudah sampai di objek wisata Rawa Bento ini, dari rawa bento kita bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Gua Kasah yang hanya ditempuh 2 – 3 km dari rawa bento.
Karena kawasan Taman Nasional Kerinci seblat merupakan areal perbukitan sampai pegunungan sehingga objek wisata alam terbanyak adalah Air terjun. Terdapat tidak kurang dari 42 Air Terjun dikawasan ini. Beberapa air terjun yang terkenal antara lain:
Air Terjun Telun Berasap
Berada di Desa Leter W, Kecamatan Kayu Aro, air terjun ini dapat di tempuh dengan kendaraan umum, memakan waktu sekitar 2 jam dari Sungai Penuh dengan jarak + 62 km.  Untuk mencapai  Air Terjun Telun Berasap  relatif mudah, karena  dari tempat parkir kendaraan hanya berjarak sekitar 150 m, dapat ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang kondisinya baik.  Di sekitar lokasi telah dibangun beberapa shelter dan MCK.
Gemuruh suara air terjun sudah terdengar begitu pengunjung berjalan menuju lokasi Telun Berasap.  Air Terjun Telun Berasap ini memiliki ketinggian mencapai 50 m dan merupakan air terjun bertingkat, karena tidak jauh di bawahnya masih terdapat 3 buah air terjun lagi.  Nama Telun Berasap sendiri berasal dari bahasa masyarakat sekitar yang berarti air terjun yang berasap.  Asap disini sebenarnya ditujukan kepada percikan air terjun yang sangat halus yang sekilas tampak seperti asap
Air Tejun Alinnya
Berepa Air tejun terkenal lainnya diantaranya: Air Terjun Lumpo di Sumatera Barat; Air Terjun Katenong di Bengkulu; Air Tejun Napal Melintang di Sumsel.


Wisata Lainnya
Grao
Grao atau semburan air panas ini terletak di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Keunikan dari Grao ini adalah semburan airnya yang mencapai tinggi 15 meter dan sangat jernih. Grao ini menyerupai pulau-pulau kecil yang berbatu dan dikelilingi oleh hutan primer yang sangat lebat. Semburan airnya mengalir ke singai-sungai yang membentuk sungai air panas, sehingga sangat menarik untuk pemandian. Hutan di sekitar Grao ini merupakan habitat mamalia besar serta berbagai jenis satwa lainnya.
Grao ini dapat dicapai dengan berjalan kaki melalui jalan setapak dari Desa Tanjung Kasri ke Desa Renah Kemumu. Jalan lainnya adalah jalan setapak dari Desa Lumpur, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci ke arah tenggara.
Kawasan ini di kenal suatu kawasan dimana masih sangat mungkin dijumpai mamalia besar. Letak kawasan ini di sekitar Gunung Sumbing dan Gunung Nilo Dingin. Pada areal ini juga dapat dijumpai rawa-rawa dan padang rumput terbuka sehingga daerah ini sangat menarik untuk wisata alam pengamatan satwa liar khususnya burung.
Untuk mencapai lokasi, dapat dicapai dari Dusun Sungai Lalang, Desa Nilo Dingin, Jangkat, Kabupaten Merangin.
Pal VIII dan Panorama Alam
Di daerah ini juga terdapat beberapa obyek wisata alam yang masuk dalam kawasan TNKS, untuk sekedar rekreasi atau berkemah pengunjung dapat mengunjungi daerah seperti PAL Vlll atau menikmati suasana pedesaan Katenong yang terdapat di tepi TNKS. Khusus bagi peminat wisata alam khusus juga dapat melakukan perjalanan petualangan ke beberapa lokasi lainnya seperti ;
Di sepanjang jalur ini dapat ditemukan beberapa obyek wisata alam dengan kondisi hutan primer yang kaya akan keragaman jenis tumbuhan dan satwa. Beberapa jenis tumbuhan khas yang dapat ditemukan antara lain Raflesia(Rafflesia arnoldi. R. Br), Bunga Bangkai (Amorphopallus titanum) serta berbagai jenis anggrek dan pinang. Di daerah ini juga dapat dijumpai beberapa jenis satwa langka, diantaranya Kambing Hutan (Capricornus sumatranus), Siamang (Symphalangus syndactylus), Burung Rangkong (Buceros rhinoceros).
Selain terdapat air terjun tinggi dan bertingkat, panorama pemandangan hutan Gunung Seblat yang hijau, kehidupan desa tradisional di dalam kawasan TNKS, juga terdapat penambangan emas tradisional.
Untuk mencapai  lokasi ini melalui Desa Napal Putih, Ketahun dengan menggunakan lori tua bekas pertambangan dan melintas di areal bekas HPH yang relatif masih terdapat sisa- sisa hutan, tebing-tebing, jurang sehingga perjalanan cukup menarik dan menegangkan.
Desa Lebong Tandai adalah termasuk desa modern yang terdapat di pinggir TNKS, Selain terdapat atraksi penambangan emas tradisional juga terdapat goa-goa walet yang juga menarik menjadi objek wista alam ilmiah.
Selama menuju perjalanan goa-goa tersebut, pengunjung akan melintas hutan lebat TNKS dimana banyak terdengar burung kuau, siamang dan sekitar goa juga sering terdapat kambing hutan.
Untuk menuju goa-goa walet  selain diperlukan ijin BTNKS juga diperlukan koordinasi dengan koramil setempat.